Minat masyarakat AS terhadap kebudayaan Indonesia, termasuk keseniannya, terlihat tinggi. Seni musik tradisional Indonesia, gamelan, akan diadakan oleh Universitas Wesleyan, Connecticut, dalam acara New England Gamelan
Weekend.
Chris Miller, mewakili panitia penyelenggara acara tersebut, ketika dihubungi oleh Antara New York, pada Rabu (17/4) mengatakan bahwa festival gamelan itu akan berlangsung selama tiga hari, 19-21 April. Dalam festival tersebut dijadwalkan bakal ada pertunjukan, diskusi serta persentasi mengenai jenis-jenis gamelan Indonesia, yaitu gamelan Bali, Jawa dan Sunda. Para pemusik dan pemerhati gamelan Indonesia akan hadir pada festival itu.
"Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan lebih jauh dan memberikan pemahaman terhadap seni gamelan Indonesia yang sudah mengakar di Indonesia dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia," kata Miller. Selain mementaskan permainan gamelan, festival tersebut juga bakal menyajikan pertunjukan wayang Jawa dan Bali dengan melibatkan para dalang dari AS dan Indonesia.
Tingginya minat warga AS untuk mempelajari gamelan Indonesia itu juga tampak di kota New York. Sejumlah mahasiswa dari Universitas New York secara reguler belajar gamelan Bali di Konsulat Jenderal RI. Mereka bergabung dengan para pecinta gamelan dari Indonesia dan sering mengadakan pementasan di beberapa tempat dan kesempatan di kota tersebut.
Sementara itu, di Kanada hal yang sama pun terlihat. Di Ottawa, Toronto dan Vancouver terdapat banyak warga Kanada yang secara tekun mempelajari gamelan. Bahkan, di Toronto, selain gendang dari Ghana, gamelan telah menjadi seni asing pilihan yang dipelajari oleh para murid sekolah dasar. (Ant/ati)
0 komentar:
Posting Komentar